Dampak Mengkonsumsi Air Mineral dengan Kandungan Arsenic Berlebih

Oleh : Restu Dwi Cahyo Adi ( Teknik Geologi 2015/ DD 31 )

 

Kebutuhan akan air mineral pada abad ke-21 menjadi kebutuhan yang semakin sulit dipenuhi seiring dengan peningkatan populasi dunia, akibatnya, banyak daerah – daerah di dunia yang mengalami kekeringan dan kurang nya pasokan air bersih. ketersediaan air bersih yang bisa dikonsumsi hanyalah sekitar kurang dari 1% dari total air yang ada di bumi, hal ini tentunya menjadikan kebutuhan air minum menjadi kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi demi keberlangsungan kehidupan. Ditengah kebutuhan akan air mineral yang semakin tinggi dengan jumlah yang terbatas, dampak kontaminasi dari zat – zat kimia bumi juga sangat tinggi. Arsenic merupakan salah satu unsur kimia metaloid yang harus diperhatikkan dalam kandungan air mineral yang kita konsumsi. Bangladesh merupakan salah satu Negara dengan pencemaran arsenic pada air mineral yang tinggi di dunia, badan kesehatan dunia atau WHO sendiri telah menetapkan standar terbaru mengenai kandungan arsenic yang diperbolehkan yaitu  0.05 mg/l, tentunya jika kadar arsenic pada air mineral yang kita konsumsi lebih dari standar yang ditentukan WHO tersebut dalam jangka panjang bisa menimbulkan berbagai permasalah kesehatan seperti Kanker, kelainan kardiovaskular, masalah pada kulit atau dermatologi, dan kelainan neurologi serta berbagai efek kesehatan lain.

Apakah sumber pencemaran arsenic ini akibat kegiatan industri?? Belum tentu. Pada kenyataan nya, kasus arsenic yang mencemari sebagian besar daerah Bangladesh disebabkan akibat ‘setting’ geologi daerah tersebut yang memang sudah mengandung arsenic yang cukup tinggi. Pada umumnya arsenic akan mencemari bagian akuifer yang dangkal dari sedimen alluvial dan delta yang akibat adanya mineral yang berasosiasi dengan ‘pyrite’. Pada investigasi geologi terbaru, kadar pencemaran arsenic di Bangladesh berada pada ke dalam 20 – 80 meter, dengan lapisan tersebut mengalami pengkayaan  ‘arseno-pyrite, pyrite, iron sulfate’, dan ‘iron oxide’ yang melepaskan unsur arsenic ke dalam akuifer air tanah akibat mengalami oksidasi. Akibat dari pencemaran arsenic tersebut berbagai warga sebagian besar mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius (tabel 1). Paencemaran arsenic pada akuifer air tanah harus kita waspadai, terlebih pencemaran arsenic akan sulit diketahui dari parameter fisik, dan cenderung parameter kimia yang lebih efektif untuk mengetahui kandungan arsenic yang terlarut pada air mineral.

Penanggulangan pencemaran arsenic pada air mineral bukanlah hal yang mudah untuk ditanggulangi, karena pada prinsipnya untuk mengubah air yang tercemar menjadi air yang layak konsumsi masih terus dilakukan penelitian. Solusi efektif untuk mencegah korban dari pencemaran arsenic adalah dengan mengambil sumber air minum pada daerah yang tidak tercemar arsenic dan pencegahan kontaminasi arsenic yang terus berlanjut adalah dengan melakukan ‘restoration of natural rivers and groundwater aquifers’ yang tentunya membutuhkan waktu yang lama.

 

Sumber :

Raschid-Sally, L. 2000. Arsenic contamination of groundwater in Bangladesh. Colombo, Sri Lanka: International Water Management Institute.

Safiuddin, Md. 2001. GROUNDWATER ARSENIC CONTAMINATION IN BANGLADESH: CAUSES, EFFECTS AND REMEDIATION. Canada : Department of Civil and Environmental Engineering Faculty of Engineering, University of Windsor

 

Tabel 1. Manifestasi Pencemaran arsenic di Bangladesh (Khan et al, 1997)